Dewa Soeradjana – saksi mata

Dewa Soeradjana menjadi saksi mata dengan terlibat di dalam beberapa peristiwa penting sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945. “Saya merasa berkewajiban untuk menceritakan kisah saya karena saya yakin ini penting untuk generasi mendatang, mereka perlu tahu sejarah bangsa mereka yang sebenarnya,” katanya pada usia 77.

Djani 1aDewa Soeradjana lahir di Bali pada tahun 1938, di sebuah desa yang dibangun oleh kakeknya pada tahun 1926. Ia besar di Bali dan Malang, Jawa Timur, sampai ia bersekolah di Bandung, Jawa Barat.

Pada tahun 1961, ia menerima beasiswa dari pemerintah Indonesia untuk belajar kimia di Ljubljana, Slovenia, yang pada saat itu merupakan bagian dari Yugoslavia, dan lulus pada bulan Oktober 1965. Karena situasi di Indonesia, ia menerima beasiswa baru yang ditawarkan oleh University of Ljubljana. Meskipun terus tinggal di Slovenia, ia menjadi bagian dari sejarah Indonesia.

Sejak masih berumur empat tahun, Dewa Soeradjana telah menjadi saksi mata dan terlibat dalam beberapa peristiwa penting dalam sejarah Indonesia modern, dan keterlibatannya dalam rencana penggulingan Presiden Suharto pada awal tahun 1970-an merupakan peristiwa yang penting. Kehidupannya yang menakjubkan merupakan sumber dari “The Missing History”.

* * * * *

Dari awal tahun 1968 sampai akhir tahun 1981, ia bekerja di SAVA-Kranj di Slovenia. Setelah tigabelas tahun, ia mengundurkan diri dan bergabung dengan perusahaan dagang yang bergerak di bidang suku cadang untuk petrokimia dan obat-obatan. Perusahaan ini berokasi di Klagenfurt, Austria. Sebagai manager komersial, ia bertanggung jawab atas kepentingan perusahaan di Yugoslavia.

Pada tahun 1990, ia meninggalkan perusahaan dan mendirikan perusahaan dagang sendiri yang menjadi agen bahan obat-obatan, kimia, makanan, dan kosmetik. Perusaaan ini juga berada Klagenfurt, Austria. Pada tahun 2007, ia pensiun sebagai General Manager.

Selama bertahun-tahun bekerja di Klagenfurt, ia tetap tinggal di Slovenia, yang setelah sepuluh hari perang di musim panas 1991, Slovenia mendapatkan kedaulatannya dari Yugoslavia. Pada tahun 2004, Slovenia menjadi anggota Europian Union (EU).
Meskipun ia telah tinggal di luar Indonesia selama lebih dari lima puluh tahun, Dewa Soeradjana tidak pernah menanggalkan statusnya sebagai warganegara Indonesia, meskipun ia pernah ditawari untuk melakukannya.

Saat ini ia memainkan peranan penting dalam relasi bisnis antara Slovenia dan Indonesia, dan juga dalam hal budaya.

Dewa Soeradjana adalah Doktor di bidang kimia. Pada tanggal 7 Juli 1981, ia lulus ujian tesis di University of Ljubljana, Slovenia.

avala1952AVALA, kapal kargo yang ditumpangi Dewa Soeradjana dan mahasiswa lainnya saat berlayar menuju Yugoslavia untuk belajar pada tahun 1961.

logo med tekst 150