Jackline Alaka Buluma

“Saya berharap dapat menyemangati orang lain agar memiliki keberanian untuk menemukan jalan keluar, meski keidupan tidaklah selalu mudah,” kata Jacky, karena ia membawa para pembaca ke dalam sebuah dunia, dimana sebagian besar orang akan menyerah dan pasrah.

SAMSUNG DIGITAL CAMERAJackline Alaka Buluma adalah The Kenyan Pilgrim.

Ia lahir di Mombasa, Kenya, 1973, sepuluh tahun setelah Kenya menjadi negara berdaulat, sebelumnya menjadi koloni Inggris sejak pergantian abad. Ia berasal dari suku Luhya, Kenya Barat. Ia dibesarkan di pantai Samudera Hindia dan di pedesaan Kenya Barat, tidak jauh dari Danau Victoria dan perbatasan Uganda, di lingkungan di mana menukar anak perempuan remaja dengan enam sapi merupakan hal yang biasa.

Jacky, nama panggilannya, lahir sebagai anak kedua dari sebuah keluarga biasa, dimana si ibu mengurus rumah dan anak-anak, sedangkan ayah bekerja di sebuah perusahaan untuk menafkahi isteri dan kedua anak perempuannya. Meski tidak cukup uang untuk kehidupan yang mewah, kehidupan mereka baik-baik saja. Keluarga ini beragama Katolik. Namun, agama tidak berperan utama dalam kehidupan keluarga mereka sehari-hari.

Karena usianya dan kakak perempuannya tak jauh berbeda, hubungan mereka berdua sangat dekat. Bahkan ketika bermain dengan anak-anak lain, mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama, bermain berdua dan menjelajahi lingkungan sekitar. Dan selalu Jacky yang memimpin.

Kemerdekaan negara menciptakan tantangan-tantangan baru yang terus bermunculan di masyarakat. Banyak orang yang ingin bekerja mandiri, tidak menjadi karyawan. Ayah Jacky pun memutuskan untuk mencari peruntungan dengan membangun bisnis sendiri dari rumahnya di Kenya bagian barat.

Jacky menyelesaikan Sekolah Dasar di Mombasa, dan Sekola Menengah Pertama di Kenya bagian barat. Lalu, ia masuk Ngara Girls High School di Nairobi. Ia juga mengikuti koor di gereja lokal.

Tkp salon 1Setelah dewasa, Jacky mencari nafkah sebagai penata rambut. Saat ini ia tinggal di pinggiran kota Nairobi, ibu kota Kenya.

Jacky adalah calon penulis pertama yang bergabung dengan Isotia. Ia berperan dalam pembentukan Isotia Writing Concept.

Jacky menulis draf pertama bukunya dengan tangan di salonnya, sebelum ia mengetiknya di warnet.

The Kenyan Pilgrim adalah kisah tentang kehidupan Jacky.

Jacky berkeinginan agar novelnya tidak hanya menunjukkan kondisi kehidupan Kenya pasca kolonial, tetapi juga menyemangati orang lain agar memiliki keberanian untuk menemukan jalan keluar dari kondisi kehidupan yang mungkin terlihat tanpa harapan.

wtkp1September 2013, Jacky dan Peer betemu pertama kali. Sejak kontak pertama mereka pada awal tahun 2007, semua komunikasi hanya dilakukan melalui email, sekitar 2.000 email.

Dalam foto ini mereka berada di Wilderbeest Eco Camp di luar kota Nairobi. Di hadapan mereka adalah draf pertama The Kenyan Pilgrim.

“Pada saat itulah muncul sub judul “buku pertama” karena kami menyadari akan diikuti dengan buku berikutnya,” kata Jacky.

logo med tekst 150